• Blog Stats

    • 40,643 Pengunjung
  • Kategori Tulisan

  • RSS Komunitas Mahasiswa Teknik Sipil USM Kelas Karyawan

    • Peringatan BPOM tentang Kantong Plastik Makanan
      Kepada semua pengunjung website yang tercinta mohon bisa disebarkan ke rekan-rekan, saudara ataupun tetangga yang ada di sekitarmu informasi yang bermanfaat ini. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya.
    • Pekerjaan Pile Cap dan Tie Beam pada Gedung Baru Universitas Semarang
      Setelah proses pemancangan selesai dilanjutkan dengan pemotongan tiang pancang dan dilanjutkan dengan pekerjaan pile cap dan Tie beam Pekerjaan ini merupakan pekerjaan awal dari stuktur atas (upper structure) setelah pekerjaan struktur bawah (sub structure) selesai dilaksanakan. Semua bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi ketentuan‑ketentua […]
    • Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang Pembangunan Gedung Baru Universitas Semarang
      Pondasi merupakan bagian paling bawah dari suatu konstruksi yang mempunyai fungsi untuk meneruskan beban konstruksi ke dalam lapisan tanah yang berada di bawah pondasi. Suatu perencanaan pondasi dikatakan benar apabila beban yang diteruskan oleh pondasi ke dalam tanah tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Apabila kekuatan tanah dilampaui maka aka […]
    • Mengitung Portal Beton Bertulang menggunakan SAP 2000 V.11
      Diketahui struktur portal dari beton f’c = 20 Mpa bekerja beban mati (DL), beban hidup (LL), dan beban gempa (EL) seperti pada gambar, dimensi balok 35 x 50 cm2, dan kolom 30 x 30 cm2, Penyelesaian : a. Menentukan Model Struktur 1) Tetapkan unti satuan ke kN.m.C 2) Pilih menu File – New Model, pada […]
    • Menghitung contoh Struktur Jembatan Baja dengan SAP 2000 V.11
      Diketahui seatu jembatan rangka baja dengan data sebagai berikut : · Bentang 6 x 6,0 m, tinggi 5,0 m · Profil yang digunakan IWF 14 x 90 · Fy = 240 Mpa · Beban yang bekerja adalah beban Mati (DL) dan beban Hidup (LL), dimana berat sendiri struktur sudah termasuk dalam pembebanan · DL = […]
    • PERHITUNGAN PONDASI
      Analisa Data dan Penyelidikan Tanah Pondasi merupakan struktur bawah yang berfungsi untuk meletakkan bangunan di atas tanah dan meneruskan beban ke tanah dasar. Untuk itu perlu dilaksanakan penyelidikan kondisi tanah pada lokasi yang akan dibangun. Dari Hasil Tes Boring (Boring Log) Kedalaman ±0,00 m s/d -0,20 m berupa tanah urugan batu dan sirtu. Kedalaman […]
    • Perbandingan Kuat Tekan Beton
      Dalam perancangan komponen struktur beton bertulang, beton diasumsikan hanya menerima beban tekan saja. Dengan demikian, mutu beton selalu dikaitkan dengan kemampuannya dalam memikul beban tekan (atau istilahnya kuat tekan). Penentuan kuat tekan beton dapat diperoleh melalui pengujian tekan di laboratorium. Benda uji yang digunakan biasanya adalah: Benda uji […]
    • indeks harga satuan pekerjaan pondasi
      6.1 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 PP 6.2 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 4 PP 6.3 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 5 PP 6.4 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 6 PP 6.5 Memasang 1 […]
    • Output gaya – gaya dalam pada Program SAP 2000
      Gaya – gaya dalam yang dihasilkan dari analisis struktur pada program SAP 2000 antara lain : 1) Gaya Normal / axial (P) 2) Gaya geser / lintang pada bidang 1-2 / shear (V2) 3) Gaya geser / lintang pada bidang 1-3 / shear (V3) 4) Momen puntir / torsion (T) 5) Momen pada bidang 1-3 […]
    • KKL Mahasiswa Kelas Sore Tahun 2009
      PAda tanggal 20 Februari 2009 Mahasiswa Teknik Sipil Kelas Sore mengadakan KKL ke Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sebelum Berangkat mendapat pengarahan dari Ketua Jurusan Teknik Sipil yaitu Bp. Purwanto, ST, MT Setekah mendapatkan pengarahan dari kajur Teknik Sipil kurang lebih 15 menit, langsung menuju bis berangkat meluncur ke Wonogiri, sampai di solo jam 9 p […]
  • Administrator

Menghitung contoh Struktur Jembatan Baja dengan SAP 2000 V.11

clip_image002[6]

Diketahui seatu jembatan rangka baja dengan data sebagai berikut :

· Bentang 6 x 6,0 m, tinggi 5,0 m

· Profil yang digunakan IWF 14 x 90

· Fy = 240 Mpa

· Beban yang bekerja adalah beban Mati (DL) dan beban Hidup (LL), dimana berat sendiri struktur sudah termasuk dalam pembebanan

· DL = 100 kN; LL = 400 kN

Penyelesaian :

a. Menentukan Model Struktur

1) Tentukan unit satuan dalam kN,m,C

2) Dari menu File – New Model, dipilih model yang mendekati template yaitu 2D Truss

3) Akan tampil kotak dialog 2D truss Type Sloped Truss, isikan Number of Divisions = 6; Heigh = 5; Devision Lenght = 6

4) Klik OK

5) Model sloped truss yang sudah dimasukkan datanya akan ditampilkan dalam 2 jendela view, aktifkan XZ-View dengan memaximize pada jendela tersebut.

clip_image004

6) Akan terlihat gambar seperti di bawah ini

clip_image006

b. Menentukan Material dan Penampang Struktur

1) Pilih menu Define – Materials sehingga akan tampil kotak dialog Define Materials.

2) Pilih A992Fy50, klik Modify/Show Materials

clip_image007

3) Akan tampil kotak dialog Material Property Data, ubah nilai fy menjadi 240 MPa = 240000

clip_image009

4) Klik OK

5) Klik OK

c. Menentukan Penampang elemen Struktur

1) Pilih semua elemen struktur dengan jalan klik satu-satu elemen atau dengan jalan pilihan windows maupun cross, seperti di materi AutoCAD

2) Pilih menu Assign – Frame – Frame Section

clip_image011

3) Akan tampil kotak dialog Frame Properties, klik Import New Property

clip_image013

4) Akan tampil Frame Section Property, pilih I / Wide Flange

5) Maka kita di suruh memilih file yang akan dipakai untuk memilih jenis baja, pilih jenisAISCLRFD3.pro, klik open

clip_image015

6) Akan tampil pilihan jenis baja, pilih W14x90, klik OK

clip_image017

7) Akan tampil gambar seperti di bawah ini

clip_image019

d. Menetapkan Load Case

1) Pilih menu Define – Load Cases, akan tampil kotak dialog Define Loads

2) Pada kotak dialog Load Name ketik DL dengan Type = DEAD, dan self Weight Multiplier defaultnya 1, pilih Modify Load

3) Ubah DL menjadi LL, pilih type-nya LIVE, klik Add New Load

4) Klik OK

clip_image021

e. Memberikan Beban Pada Model

1) Pilih 5 joint yang akan diberi beban

2) Pilih menu Assign – Joint Loads – Forces, sehingga tampil kotak dialog Joint Forces, pilihLoad Case Name = DL

clip_image022

3) Masukkan angka -100 pada Forces Global Z

4) Pada pilihan Options, klik Add to Existing Loads

5) Klik OK

clip_image024

6) Pilih ulang joint yang sebelumnya sudah terpilih melalui menu Select – Get Previous Selection

7) Pilih menu Assign – Joint Loads – Forces, ubah Load Case Name menjadi LL

clip_image026

8) Masukkan angka -400 pada Forces Global Z

9) Pada pilihan Options, klik Add to Existing Loads

10) Klik OK

clip_image028

f. Menganalisis Model

1) Simpan file dan beri nama

2) Pilih menu Analyze – Set Analysis Options, sehingga akan muncul kotak dialog Analysis Options

clip_image029

3) Pada Fast DOFs pilih Plane Frame (XZ Plane)

4) Klik OK

5) Selanjutnya adalah mengeset aksi pembebanan dengan menonaktifkan Modal, caranya pilih menu Analyze – Set Analysis Cases to Run, akan ditampilkan kotak dialog, pilih MODAL, klik pada tombol Run/Do Not Run Case

clip_image031

6) Klik Run Now, Proses analisis sedang berlangsung

7) Setelah proses selesai akan muncul pesan ANALYSIS COMPLETE, seperti gambar di bawah ini

clip_image033

8) Klik OK, maka akan tampil bentuk struktur terdeformasi, seperti gambar di bawah ini

clip_image035

g. Menampilkan Hasil Analisis

1) Reaksi Perletakan

a) Pilih menu Display – Show Forces/Stresses Joints, akan tampil kotak dialog Joint Reaction Forces

clip_image037

b) Pilih Reaction pada type dan beri tanda ? pada Show as Arrows

c) Klik OK

d) Akan tampil gambar seperti di bawah ini :

clip_image039

2) Gaya Normal, Lintang dan Momen

a) Pilih menu Display – Show Forces/Stresses – Frame, akan ditampilkan kotak dialog Member Forces Diagram for Frames.

b) Pada Component, pilihan Axial untuk menampilkan gaya normal, pilihan Shear 2-2 untuk enampilkan gaya lintang; Moment 3-3 untuk menampilkan gaya momen.

clip_image041

c) Pada Optionts, bila di klik pada Fill Diagram, maka gaya-gaya akan ditampilkan dalam bentuk gambar blok yang berwarna sesuai , bila pada Show Values on Diagram di klik maka nilainya akan ditampilkan dan gambarnya berupa arsiran garis.

clip_image043

Gaya Aksial akibat beban mati

clip_image045

Gaya aksial akibat beban hidup

clip_image047

Gaya lintang akibat beban mati

clip_image049

Gaya lintang akibat beban hidup

clip_image051

Momen akibat beban mati

clip_image053

Momen akibat beban hidup

3) Nilai Displacement

a) Ubah unit satuan ke N, mm, C

b) Klik Display – Show Deformed Shape atau F6

c) Bawa pointer ke salah satu titik joint sehingga akan ditampilkan nilai lendutan / displacement

d) Klik kanan untuk menampilkan nilai displacement dalam bentuk diagram

clip_image055

h. Pemeriksaan Tegangan

1) Pilih menu Option – Preferences – Steel Frame Design, akan tampil kotak diaolog Steel Frame Design Preferences for AICS-LRFD93 sebagai defaulnya.

2) Klik OK

3) Pilih menu Design – Steel Frame Design – Start Design/Check Strukture dan akan tampil gradasi warna yang menunjukkan perbandingan tegangan di setiap elemen struktur.

clip_image057

4) Kllik kanan pada elemen, akan ditampilkan jendela informasi tentang pertancangan dan kontrol tegangan baja di sepanjang element

clip_image059

5) Klik detail untuk mengetahui informsi lebih lengkap

clip_image061

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: