• Blog Stats

    • 119,424 Pengunjung
  • Kategori Tulisan

  • RSS Komunitas Mahasiswa Teknik Sipil USM Kelas Karyawan

    • Peringatan BPOM tentang Kantong Plastik Makanan
      Kepada semua pengunjung website yang tercinta mohon bisa disebarkan ke rekan-rekan, saudara ataupun tetangga yang ada di sekitarmu informasi yang bermanfaat ini. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya.
    • Pekerjaan Pile Cap dan Tie Beam pada Gedung Baru Universitas Semarang
      Setelah proses pemancangan selesai dilanjutkan dengan pemotongan tiang pancang dan dilanjutkan dengan pekerjaan pile cap dan Tie beam Pekerjaan ini merupakan pekerjaan awal dari stuktur atas (upper structure) setelah pekerjaan struktur bawah (sub structure) selesai dilaksanakan. Semua bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi ketentuan‑ketentua […]
    • Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang Pembangunan Gedung Baru Universitas Semarang
      Pondasi merupakan bagian paling bawah dari suatu konstruksi yang mempunyai fungsi untuk meneruskan beban konstruksi ke dalam lapisan tanah yang berada di bawah pondasi. Suatu perencanaan pondasi dikatakan benar apabila beban yang diteruskan oleh pondasi ke dalam tanah tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Apabila kekuatan tanah dilampaui maka aka […]
    • Mengitung Portal Beton Bertulang menggunakan SAP 2000 V.11
      Diketahui struktur portal dari beton f’c = 20 Mpa bekerja beban mati (DL), beban hidup (LL), dan beban gempa (EL) seperti pada gambar, dimensi balok 35 x 50 cm2, dan kolom 30 x 30 cm2, Penyelesaian : a. Menentukan Model Struktur 1) Tetapkan unti satuan ke kN.m.C 2) Pilih menu File – New Model, pada […]
    • Menghitung contoh Struktur Jembatan Baja dengan SAP 2000 V.11
      Diketahui seatu jembatan rangka baja dengan data sebagai berikut : · Bentang 6 x 6,0 m, tinggi 5,0 m · Profil yang digunakan IWF 14 x 90 · Fy = 240 Mpa · Beban yang bekerja adalah beban Mati (DL) dan beban Hidup (LL), dimana berat sendiri struktur sudah termasuk dalam pembebanan · DL = […]
    • PERHITUNGAN PONDASI
      Analisa Data dan Penyelidikan Tanah Pondasi merupakan struktur bawah yang berfungsi untuk meletakkan bangunan di atas tanah dan meneruskan beban ke tanah dasar. Untuk itu perlu dilaksanakan penyelidikan kondisi tanah pada lokasi yang akan dibangun. Dari Hasil Tes Boring (Boring Log) Kedalaman ±0,00 m s/d -0,20 m berupa tanah urugan batu dan sirtu. Kedalaman […]
    • Perbandingan Kuat Tekan Beton
      Dalam perancangan komponen struktur beton bertulang, beton diasumsikan hanya menerima beban tekan saja. Dengan demikian, mutu beton selalu dikaitkan dengan kemampuannya dalam memikul beban tekan (atau istilahnya kuat tekan). Penentuan kuat tekan beton dapat diperoleh melalui pengujian tekan di laboratorium. Benda uji yang digunakan biasanya adalah: Benda uji […]
    • indeks harga satuan pekerjaan pondasi
      6.1 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 PP 6.2 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 4 PP 6.3 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 5 PP 6.4 Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 6 PP 6.5 Memasang 1 […]
    • Output gaya – gaya dalam pada Program SAP 2000
      Gaya – gaya dalam yang dihasilkan dari analisis struktur pada program SAP 2000 antara lain : 1) Gaya Normal / axial (P) 2) Gaya geser / lintang pada bidang 1-2 / shear (V2) 3) Gaya geser / lintang pada bidang 1-3 / shear (V3) 4) Momen puntir / torsion (T) 5) Momen pada bidang 1-3 […]
    • KKL Mahasiswa Kelas Sore Tahun 2009
      PAda tanggal 20 Februari 2009 Mahasiswa Teknik Sipil Kelas Sore mengadakan KKL ke Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Sebelum Berangkat mendapat pengarahan dari Ketua Jurusan Teknik Sipil yaitu Bp. Purwanto, ST, MT Setekah mendapatkan pengarahan dari kajur Teknik Sipil kurang lebih 15 menit, langsung menuju bis berangkat meluncur ke Wonogiri, sampai di solo jam 9 p […]
  • Administrator

Perbandingan Kuat Tekan Beton

Dalam perancangan komponen struktur beton bertulang, beton diasumsikan hanya menerima beban tekan saja. Dengan demikian, mutu beton selalu dikaitkan dengan kemampuannya dalam memikul beban tekan (atau istilahnya kuat tekan).

Penentuan kuat tekan beton dapat diperoleh melalui pengujian tekan di laboratorium. Benda uji yang digunakan biasanya adalah:

  1. Benda uji silinder diameter 150 mm x tinggi 300 mm (ASTM C-39)
  2. Benda uji kubus ukuran 150 mm (BS-1881)

Kuat beton yang diperoleh dari benda uji silinder berbeda dengan kuat beton yang diperoleh dari benda uji kubus. Ada beberapa referensi yang memberikan hubungan antara kuat tekan silinder dengan kuat tekan kubus.

a. Menurut A.M. Neville, “Properties of Concrete”, 3rd Edition, Pitman Publishing, London, 1981.

Kuat tekan silinder (MPa) 7,00 15,50 20,00 24,50 27,00 34,50 37,00 41,50 45,00 51,50
Kuat tekan kubus (MPa) 9,21 20,13 24,69 28,16 29,67 37,10 39,36 43,68 46,88 53,65
Ratio silinder / kubus 0,76 0,77 0,81 0,87 0,91 0,93 0,94 0,95 0,96 0,96

b. Menurut ISO Standard 3893–1977 (E)

Kuat tekan silinder (MPa) 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 16,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00 45,00 50,00
Kuat tekan kubus (MPa) 2,50 5,00 7,50 10,00 12,50 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00 45,00 50,00 55,00
Ratio silinder / kubus 0,80 0,80 0,80 0,80 0,80 0,80 0,80 0,80 0,83 0,86 0,88 0,89 0,90 0,91

c. Menurut BS.1881

Rasio kubus / silinder = 1,25 untuk semua kelas mutu

Di samping itu, kadang-kadang dipakai juga benda uji silinder yang memiliki diameter yang berbeda dengan standar, namun perbandingan antara diameter dengan tingginya tetap diusahakan 1:2. Benda uji dengan diameter lebih kecil seringkali digunakan untuk pengujian beton dengan kuat tekan yang sangat tinggi (di atas 50 MPa) supaya kapasitas alat uji yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Korelasi kuat tekan untuk masing-masing dimensi benda uji dapat dilihat pada tabel di bawah ini (Ref “Concrete Manual”, United States Bureau of Reclamation, 7th Edition, 1963).

Ukuran silinder (mm) 50 x 100 75 x 150 150 x 300 200 x 400 300 x 600 450 x 900 600 x 1200 900 x 1800
Kuat tekan relatif 1,09 1,06 1,00 0,96 0,91 0,86 0,84 0,82

Untuk benda uji silinder dengan perbandingan tinggi terhadap diameter (L/D) yang berbeda harus dikoreksi sesuai tabel di bawah ini (Ref ASTM C-42).

Ratio (L/D) 2 1,75 1,5 1,25 1,1 1 0,75 0,5
Faktor koreksi kekuatan 1,00 0,98 0,96 0,94 0,90 0,85 0,70 0,50
Kuat tekan relatif thd silinder standar 1,00 1,02 1,04 1,06 1,11 1,18 1,43 2,00

Sumber :http://aguzher.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: